Elantech Touchpad Fedora 11

Elantech Touchpad Fedora 11

Jika notebook anda menggunakan Fedora 11 dan kebetulan touchpad yang anda gunakan dari Elantech, tentunya secara default anda akan kehilangan fungsi tap pada touchpad anda. Artinya, anda harus menggunakan “Physical Button” (yang ada dibawah touchpad) untuk melakukan klik.

Bagi saya yang sudah terbiasa menggunakan touchpad sehari-hari, hal ini sungguh merepotkan, bahkan ketika menggunakan Fedora 10, saya hampir tidak pernah menyentuh Physical Button tersebut.

Beberapa user melaporkan hal ini sebagai bug, padahal ini hanya masalah konfigurasi saja. Pada Fedora 11, konfigurasi touchpad terdapat pada System -> Preferences -> Mouse. Kemudian pilih tab Touchpad.

Pada layar konfigurasi yang tampil, centang pilihan: “Enable mouse clicks with touchpad”

Tanpa harus melakukan restart, saat ini seharusnya touchpad anda sudah dapat digunakan. Konfigurasi standard tap touchpad ini adalah sebagai berikut:

  1. Tap satu jari untuk klik kiri
  2. Tap dua jari untuk klik kanan
  3. Tap tiga jari untuk double klik

Opsi lain yang saya aktifkan dan juga membantu adalah:

  1. Disable touchpad while typing: Hal ini berguna untuk menghindari perpindahan kursor gara-gara touchpad tersentuh secara tidak sengaja ketika mengetik.
  2. Enable horizontal scrolling: Untuk mengaktifkan scroll horizontal.

Sedangkan untuk pilihan scrollingnya sendiri, saya menggunakan “Two-finger scrolling” agar saya bebas melakukan scroll pada bagian touchpad manapun dengan kedua jari saya.

Selamat mencoba!

Siapa Bilang Celeron Gak Punya SpeedStep?

Siapa Bilang Celeron Gak Punya SpeedStep?

Hampir aja saya stress dan mau maksain upgrade processor notebook saya ke Intel Core2Duo, walaupun sebenarnya saat ini kebutuhan saya belum sampe perlu processor Core2Duo. Alasan terkuat adalah karena saya pikir processor Intel Celeron ini boros energi karena selalu bekerja di kecepatan penuh (punya saya Intel Celeron 1,86 GHz). Akibatnya baterai notebook saya selalu jadi korban, biasanya hanya bertahan 1 sampai 1,5 jam.
Dari modal googling nanya “Apakah mungkin menggunakan processor desktop di notebook?” sampai akhirnya ketemu thread disini. Ternyata processor Intel Celeron M punya teknologi SpeedStep, yang di Linux harus dikonfigurasi manual supaya aktif. Sedangkan di Windows, sudah aktif secara otomatis.


Bahkan lebih meyakinkannya lagi, thread itu juga di reply oleh orang yang bekerja di Intel dan mengkonfirmasi adanya fitur tersebut di Intel Celeron M.

Berikut langkah mengaktifkannya:
  1. Tambahkan baris: “p4_clockmod” di “/etc/modules” (tanpa tanda kutip). Artinya kita akan meload kernel modul p4_clockmod setiap komputer di start.
  2. Reboot komputer anda dan pastikan service powernowd dijalankan.
  3. Cek kecepatan dengan: “cat /proc/cpuinfo | grep -i mhz”.
  4. Tambahkan CPU Frequency Monitor applet jika anda ingin mengetahui informasi clock setiap saat.
Bagaimana jika anda menghendaki untuk memilih sendiri speed yang anda inginkan melalui “CPU Frequency Monitor” appletnya GNOME? Anda harus mengijinkan user biasa untuk bisa merubah frequency CPU. Secara default, hanya root (sudo) yang dapat melakukan perubahan ini. Sehingga applet tersebut hanya berfungsi sebagai monitor saja
Jalankan “sudo dpkg-reconfigure gnome-applets” dan jawab pertanyaan seputar “cpufreq-selector” dengan jawaban “Yes”. Dengan demikian anda dapat melakukan perubahan mode dan kecepatan CPU melalui klik tombol kiri mouse anda pada CPU Frequency Monitor applet.

Apa keuntungan yang didapatkan? Jika anda adalah individu dengan mobilitas tinggi (dan budget rendah :p), anda juga dapat memperoleh fasilitas SpeedStep di notebook anda agar baterai anda tahan lama.

Gadmei UTV330+ di Linux

Dalam tulisan saya sebelumnya, saya telah berhasil memasang Gadmei UTV330+ di Linux. Namun saya harus memilih untuk menggunakan TV-Tuner atau Webcam karena driver keduanya bentrok. Tapi, setelah googling dan menemukan referensi lain, akhirnya masalah ini bisa terpecahkan. Berikut akan saya bahas pada posting ini.
Pertama kali saya membaca posting ini untuk menjalankan TV-Tuner saya di sistem Linux yang saya gunakan. Namun ternyata langkah yang tercantum dalam blog tersebut dan situs lainnya yang menggunakan langkah serupa cukup beresiko.

Resiko yang anda akan hadapi adalah langkah tersebut akan menimpa kernel modul dan semua driver yang berhubungan dengan v4l (Video4Linux) serta dvb (Digital Video Broadcaster) pada kernel asli dengan yang disertakan pada langkah tersebut. Dan masalah ini akan timbul jika anda menggunakan video device lain (seperti contohnya webcam).
Dalam pengalaman saya pribadi, driver webcam yang saya gunakan juga merupakan driver luar hasil kompilasi, sehingga masalah yang saya alami adalah driver webcam tidak dapat di load karena struktur kernel dan modul videodev berbeda dengan kernel asli karena telah ditimpa oleh bawaan driver TV-Tuner tersebut.
Untuk mencegah hal itu, anda sebaiknya menghindari menggunakan driver-driver dari link berikut:
http://mcentral.de/hg/~mrec/v4l-dvb-experimental
http://mcentral.de/hg/~mrec/v4l-dvb-kernel
Kedua link tersebut menyertakan modul v4l-dvb yang akan menimpa modul kernel asli anda. Jika anda tidak menggunakan webcam, maka ini tidak menjadi masalah. Anda tetap dapat menggunakan driver tersebut selama anda yakin tidak akan menggunakan video device lainnya.
Jika anda menggunakan Gadmei UTV330+ (atau semua yang berbasis em28xx), maka saya sarankan anda menggunakan driver dari link berikut:
http://mcentral.de/hg/~mrec/em28xx-new
Pada link tersebut anda akan mendapatkan hanya driver untuk TV-Tuner nya saja. Dan sebenarnya hanya inilah yang kita butuhkan untuk menjalankan TV-Tuner kita. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana caranya mengcompile driver tersebut hingga berhasil.
Anda tidak perlu menginstal aplikasi versioning mercurial yang digunakan untuk melakukan checkout driver tersebut. Anda cukup masuk ke link di atas dan klik pada tulisan gz jika anda ingin memperoleh driver itu dalam format tar.gz atau klik tulisan zip jika anda menginginkan driver didownload dalam format zip.
Untuk Gadmei UTV330+, anda tetap harus melakukan modifikasi source code seperti pada langkah yang saya dapat dari blog ini. Ingat, yang anda ambil dari blog tersebut hanya modifikasi source codenya saja. Modifikasi ini diperlukan untuk memaksa driver mengenali UTV330+ seperti hal nya UTV330.
Jika anda menggunakan Fedora 9, anda harus mengcopy beberapa headers (file yang berextensi *.h) dari kernel source ke directory kernel headers. Hal ini dilakukan karena paket kernel headers Fedora tidak menyertakan semua headers yang diperlukan untuk kompilasi. Cari semua headers yang berhubungan dengan video dan dvb dari kernel source dan copy ke directory kernel headers anda sesuai dengan struktur aslinya.
Setelah modifikasi selesai dilakukan, silahkan anda compile driver tersebut dan install. Gunakan aplikasi seperti TVTime untuk mencoba TV-Tuner anda. Dalam sistem saya, webcam dikonfigurasi pada /dev/video0 dan TV-Tuner pada /dev/video1.
TV-Time, Hidup Harus Memilih?

TV-Time, Hidup Harus Memilih?

Hmm, seminggu gak posting nih. Maklum, minggu kemaren sibuk banget, ada tugas kantor ke kota Bontang. Kebetulan, Pupuk Kaltim adalah salah satu client kantor saya, dan minggu kemaren saya berkesempatan kesana untuk melakukan upgrade aplikasi perpustakaan dan implementasi interface online catalog (untuk sementara hanya bisa diakses dalam lingkungan antar departemen di Pupuk Kaltim).
Balik ke Samarinda, langsung ngajak istri dan anak jalan-jalan. Terus, mampir di salah satu toko komputer di mal Lembuswana, hingga akhirnya saya tertarik untuk membeli TV-Tuner untuk dipasang di notebook saya. Saya pilih yang interfacenya melalui USB, dan harganya saat ini cenderung turun dan hampir sama dengan harga yang interfacenya PCMCIA. Produk yang saya pilih keluaran Gadmei UTV330+ (eb1a:50a6).

Untungnya driver untuk TV-Box ini sudah tersedia untuk Linux (saya pakai Fedora 9). Begitu selesai download (sekitar 2,5 MB dengan kompresi .tar.gz) langsung extract (jadi 11,7 MB), kemudian memodifikasi driver agar dapat mengenali jenis TV-Box tersebut, terus langsung compile. Cuma ketemu dua error deprecated tags yang bisa diakali dengan memberi komentar pada baris yang dideprecate. Setelah selesai kompilasi, terus install, pasang kabel USB, install TVTime, scan channel lewat terminal, terus jalan deh. Nih screenshotnya:

Hampir tidak ada kendala dalam installasi, namun driver yang digunakan oleh TV-Box ini ternyata menimpa module videodev bawaan default kernel. Dengan kondisi ini, driver webcam Microdia (experimental) yang saya gunakan jadi tidak bisa diload (keluar error segmentation fault). Saya coba mengubah sendiri source code videodev.c dan semua yang terkait dengan modul tersebut, namun tidak menemukan titik terang. Akhirnya, seperti apa yang dikatakan istri saya …

“Hidup Harus Memilih”

Dan untuk saat ini, saya lebih memilih menjalankan TV-Tuner saya daripada mengaktifkan webcam saya sambil menunggu dukungan untuk kedua hardware ini dikemudian hari.

MadWifi AR5007EG LED Enable?

Wireless LED indicator activity is relatively not important, but I like it. When I’m using Fedora 8, I would recompile my kernels just to make my wireless light’s blinking. AR5007EG works both with ndiswrapper and madwifi, but the LED indicator’s only blink with ndiswrapper.
Anyway, I didn’t have any idea how to make this LED’s work with madwifi until I found this references. All we have to do is passing sysctl parameter to enable LED indicator with madwifi. Well, they’re admit it that it’s not actualy always works. Here’s the example from the references how to make LED indicator blink with madwifi:

# sysctl -w dev.wifi0.ledpin=1
# sysctl -w dev.wifi0.softled=1
Unfortunately, this configuration is not work with my Atheros AR5007EG MiniPCI wireless card. At least it’s work with some other cards. But anyway, from this references, I tried to modified the value of dev.wifi0.ledpin with another value. I try to enter value between 0 to 9, and then, my LED’s blink on value 3. So the value that works with my wireless card is this:
# sysctl -w dev.wifi0.ledpin=3
# sysctl -w dev.wifi0.softled=1
To make this configuration permanent, we have to modify /etc/sysctl.conf and add this line at the bottom of it:
dev.wifi0.ledpin=3
dev.wifi0.softled=1
Now my wireless LED’s indicator is works everytime I activate my wireless. And finally, I don’t need my Windows wireless drivers anymore.